Selasa, 10 Februari 2009

rindu syurga

hidup sebenarnya adalah sebuah perjalanan pendek dan sesaat, bila hidup dimaknai bahwa hidup hanya untuk dunia ini. tetapi ada sebuah analogi menarik bahwa hidup adalah sebuah pelayaran ke pulau impian yakni syurga. Dan saat ini kita sedang menaiki kapal bernama dunia, air yang kita gunakan untuk perjalanan menggerakkan kapal, itulah harta. bila harta yang kita miliki hanya segelintir maka perjalanan akan terhambat, dan kapal akan berlayar sangat lambat bahkan tidak mau berlayar atau oleng dan rubuh karena kapal tersebut tidak mampu berdiri tegak. Meskipun dalam kenyataanya pernyataan ini tidak sepenuhnya mutlak benar, karena kadang ada juga orang yang miskin tetapi ketaatannya sedemikian baik dengan Sang Khalik. Tetapi kembali ke pembicaraan awal bahwa air itu adalah harta, maka dengan air yang cukup atau bahkan melimpah maka dapat di prediksikan bahwa kapal akan berlayar lebih cepat. Namun apa yang terjadi bila air tersbut terlalu melimpah bahkan menjadi gelombang?? ya yang terjadi adalah kapal tersebut akan mengalami kegoncangan bahkan bisa jadi karam ( tenggelam ), atau kondisi yang lain yakni bila para penghuni kapal malah sibuk dengan air yang ada di bawah mereka dan orang-orang ini tidak fokus pada perjalannya maka yang terjadi adalah orang-orang ini tidak akan pernah sampai pada pulau impian tadi, karena mereka asyik bermain dengan air dan tidak peduli lagi kemana kapalnya berlayar. Bahkan bisa jadi kapal tersebut tidak berlayar ke pulau impian lagi, tetapi telah berbalik arah ke pulau yang penuh dengan kesengsaraan, itulah pulau neraka.
saudaraku yang di Rahmati Allah SWT, yang paling bijak adalah kita memang harus mengambil bagian kita di dunia dengan memiliki harta yang secukupnya dan kita tidak boleh melupakan tujuan awal pelayaran kita yakni negeri akherat, negeri yang di berkahi, yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, itulah kampung syurga. Dan marilah kita menjadi perindu-perindunya, ya perindu syurga.
wallahu a'lam
semarang, 09 Pebruari 2009 pukul 22.38 wib

4 komentar:

  1. Mantap !!!

    Bagus mas terus berkarnya, wujudkan impian menjadi nyata..

    Semoga tidak hanya sekadar kata-kata, tanpa rsa, tannpa makna..

    kunjungi blog adik juga, http://abujeehad.multiply.com/

    http://zaidbintsabit.blog.friendster.com/

    salam,

    BalasHapus
  2. Itu kata-kata yang tepat....
    kalau enggak tersentuh...
    apakah patut dikatakan enggak punya hati?

    OK, Thank's ya....


    Ngomong2, apa kabar Semarang?

    BalasHapus
  3. Dalam salah satu haditsnya Rasulullah pernah bersabda bahwa jarak waktu masa pengadilan antara orang-orang kaya dan orang-orang miskin adalah 500 tahun. Berbahagialah kita yang miskin selama di dunia, yang memiliki sedikit harta untuk diminta pertanggungjawabannya (karena sebutir nasi yang Anda buang akan diminta pertanggungjawabannya).

    BalasHapus
  4. memang benar ada hadits yang mengatakan demikian, tapi belum di lihat lagi seh sanadnya. tetrapi kalo kita mau menilik sejarah, maka akan kita buka lembaran bahwa ternyata sahabat-sahabat besar yang mendukung perjuangan itu sebagian besarnya adalah orang-orang kaya. kita lihat Abu Bakar, Umar, Usman, Abdur Rahman Bin Auf, bahkan dari 10 sahabat yang di jamin rasul masuk syurga ternyata sebagian besarnya adalah orang-orang yang berhata. bukan berarti, sekali lagi harta adalah segalanya. tetapi tatkala harta mampu di optimalkan dengan baik untuk membangun dan meninggikan bangunan umat, niscaya harta itu akan berdaya, wallahu a'lam

    BalasHapus