Beberapa waktu yang lalu kebetulan saya berkesempatan berkunjung ke Kota Kembang. Saya berangkat dari Jakarta naik kereta. Kebetulan di Bandung saya punya 2 agenda. Yakni silaturahim dengan rekan-rekan manajemen dan etoser Bandung juga bertemu dengan kawan-kawan lama di kampus dulu. Sesampainya di Bandung saya langsung meluncur ke Masjid Salman ITB tempat janjian ketemu dengan kawan lama di kampus UNDIP dahulu kala (ahhh seolah-olah sudah lama banget). Setelah berkangen ria dengan 2 orang sahabat terbaik, akhirnya berbekal ancer-ancer dari manajemen Etos Bandung saya hendak meluncur ke Asrama Etos Putra Bandung dengan motor pinjeman dari kawan lama saya di kampus tadi. Dengan kepercayaan diri yang tinggi saya meluncur ke arah Dago dari Masjid Salman, sampai di Jalan Dago saya belok kanan dan tidak tahu kemana pokoknya jalan saja dulu. Akhirnya setelah terjebak macet, dan tidak tahu arah saya pun memberanikan diri turun dan bertanya sama Pak Polisi yang sedang bertugas mengatur lalulintas di jalan yang padat. “Pak maaf Jalan Tubagus Ismail di mana ya Pak?” “wah Mas Anda salah arah, Jalan Tubagus Ismail di Utara sana, Mas nya harus putar balik karna ini jalan searah, bla bla bla.. baiklah, akhirnya saya harus benar-benar mengikuti instruksi Bapak Polisi yang baik hati ini untuk bisa sampai ke Jalan Tubagus Ismail di daerah Dago atas sana. Setelah bertanya beberapa kali lagi dan menelpon Manajemen Etos Bandung akhirnya ketemu juga Asramanya. alhamdulillah.
ahh saya hendak berpikir seperti ini. Seandainya tujuan, cita-cita dan harapan hidup kita ibaratkan seperti sebuah tempat yang hendak kita tuju, maka bila suatu ketika kita tersesat dalam proses menuju cita-cita tersebut maka mungkin kita akan mudah bertanya kepada orang yang kita anggap lebih tua atau lebih matang. Hampir mirip dengan ketersesatan saya di Bandung tadi, coba bayangkan kalau diwaktu saya tersesat, berhenti di pinggir jalan dan bertanya kepada Bapak polisi seperti ini, “mohon maaf Pak Polisi saya hendak kemana ya?” kira-kira menurut Anda apa jawaban Pak Polisi tadi? “wah wah, Anda kabur dari Rumah Sakit gila mana?? hehehehe. Jangan ikut menertawai saya terlebih dahulu lho ya. Siapa tahu ternyata kita saat ini juga sedang tersesat dalam proses pencapaian hidup, kita sedang kehilangan arah, hendak kemana sebenarnya kehidupan ini sedang melangkah? kemana harusnya mata ini memandang? dengan apa mustinya tangan kita mengayun? Jangan-jangan kita juga sedang bingung sekarang? Tetapi tenang, bila kita sedang tersesat dan kita sudah tahu kemana kita akan menuju. Rileks sejenak, tenangkan pikiran dan datangi orang yang lebih bijaksana dari kita. sampaikan kondisi kita saat ini dan kemana tujuan hidup kita maka insyaallah kita akan dengan mudah mendapat jawaban karena sejak awal kita sudah memiliki tujuan hidup yang jelas dan tahu tempat yang kita tuju, hanya kita sedang bingung saja dimana kita sekarang dan mana itu tempat yang kita tuju.
Hidup sesungguhnya sesederhana itu, tidak serumit yang kita kira selama ini. Asal kita tahu kemana tujuan hidup kita dan sekarang ini kita berada di mana. Maka akan dengan mudah kita dalam memilih arah kemana kaki kita harus melangkah, kemana mata kita musti memandang dan dengan apa tangan kita mengayun. Tetapi menjadi rumit apabila kita sampai hari ini tidak tahu sebenarnya untuk apa hidup kita sesungguhnya? seperti apa pencapaian hidup yang ingin kita raih, harapan besar apa yang ingin kita wujudkan. Dan semuanya kembali kepada kita sendiri. Jadi siapkah kita berpetualang dalam rimba kehidupan?
Selasa, 13 September 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar