Rabu, 04 Februari 2009

keep Istiqamah

Keep Istiqomah!!
Untuk menjawab pertanyaan ade, mas ingin bercerita terlebih dahulu.

Dulu mas punya seorang kenalan yang sangat dekat sekali dengan mas, dan alhamdulillah hingga sekarang pun orang ini juga masih keep contact dengan mas. Awal ceritanya adalah beliau ini punya latar belakang yang sangat mirip dengan mas bahkan bolehlah di katakan sama, berangkat dari anak nakal ketika menjadi seorang siswa di sekolah, rambutnya senantiasa gondrong, kerjaanya tawuran, dan setiap pulang sekolah pasti mampir ke warung untuk menghisap barang haram ( versi MUI ) meskipun bukan sabu tapi rokok sudah menjadi keseharian beliau ini. Hingga ketika kami sama-sama menjalani kehidupan kampus dengan segala karakteristiknya kami di benturkan dengan keadaaan yang sama sekali berbeda dengan kehidupan sekolah, dan kami di pertemukan oleh Allah dengan dakwah. Pelan tapi pasti beliau berangsur menjauhi kehidupan lamanya, mulai dari kesukaanya mengusili orang lain, malak, kebiasaan merokoknya juga sudah lama beliau kurangi bahkan memang berangsur-angsur beliau tinggalkan.
Tetapi bukan berarti perjalanan kami lancar dan tidak ada hambatan, karena analoginya orang mau berbuat jahat saja ada hambatannya apalagi mau berbuat baik penuh ketaatan kepadaNya, setan mana yang tidak akan menjadi batu penghalang bagi kami waktu itu. Dan dengan analogi yang sama pula, orang mau berbuat kejahatan ternyata butuh keberanian, apalagi kami yang menginginkan syurga maka keberanian juga harus menjadi bagian yang terinternalisasikan dalam diri kami. Dan kami tumbuh bersama dalam asuhan dakwah, dan alhamdulilah hingga saat ini, ya setidaknya hingga detik ini kami masih menjadi bagian yang tak terpisahkan dari dakwah, meskipun kami juga tidak dapat menjamin bahwa kami akan hidup dan mati bersama dakwah yang mulia ini, tetapi kami sama-sama meiliki komitmen / iltizam bahwa kami dengan segala apa yang ada pada diri kami telah kami wakafkan bagi dakwah ini, dan semoga Allah berkenan memberikan keistiqamahan bagi kami, dan semoga kami di pertemukan kelak dalam jannahNya.
Adequ yang di Rahmati Allah SWT, banyak sekali contoh-contoh teladan orang-orang yang Allah anugerahkan padanya hidayah sehingga ditengah kegelisahan hidup yang kian tidak jelas seperti ini orang-orang tersebut dengan segala apa yang ada pada dirinya masih memegang teguh tali Dien ini, dan orang-ornag ini juga tidak akan pernah rela bila dakwah mulia yang ia cita-citakan ini di gadai dengan harta apapun yang ada di dunia ini. Atau dengan kedudakan yang semulia apapun di berikan padanya, maka orang-orang ini tidak akan pernah bergeming, mereka akan tetap berputar pada garis edar dakwahnya yang mulia. Dan itulah orang-orang yang telah Allah janjikan baginya syurga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai.
Tetapi ada juga orang yang setengah hati dalam dakwah ini, dakwah ia anggap sebagai rumah yang akan memberinya kenyamanan tempat tinggal, dakwah ia anggap sebagai kereta yang akan mengantar perjalanan jauhnya dan dakwah juga ia angggap sebagai kapal yang akan membawanya kepulau impian. Bila rumah yang ia inginkan adalah syurga, tempat yang ia tuju adalah jannahNya, dan pulau impian itu adalah Firdaus maka benarlah ia telah memilih dakwah dan masuk dalam gerbongnya yang penuh sesak oleh orang-orang yang kadang menjadikan dakwah hanya sekadar tempat bersandar ketika ia lelah, tempat bercerita ketka ia punya masalah, dan tempat menangis ketika ia bersedih, orang-orang macam ini menuntut lebih kepada dakwah, apa yang bisa dakwah berikan kepada dirinya, apa yang akan ia dapatkan dari dakwah yang di lakukannya, apakah ia akan mendapatkan harta yang melimpah, apakah ia akan mendapatkan kedudukaan yang tinggi, dan apakah ia akan mendapatkan istri atau suami yang cantik atau tampan. Maka tunggulah waktunya bahwa orang-orang seperti inilah yang pasti akan terlempar dari gerbong dakwah ini, Karena bila ia tidak membersamai dakwah maka dakwah akan membersamai orang lain yang lebih dalam cintanya kepada dakwah, lebih giat kerjanya, lebih ikhlas amalnya, lebih bersungguh-sungguh dalam perjuangannya, dan senatiasa bersabar dalam segala kondisi dan keadaan yang memang kadang tidak menyenangkan.
Dan yang harus kita ingat adeku, bahwa setiap kita bisa menjadi bagian dari salah satu kisah di atas, menjadi ornag-orang yang ikhlas dalam berdakwah dan senantiasa bertanya kepada dirinya sendiri apa yang telah aku berikan kepada dakwah. Atau kita menjadi bagian dari orang-orang yang menginginkan “bagian” dari dakwah ini berupa kedudukan, penghargaan , pujian, dan harta. Dan kita akan kecewa bila ternyata dakwah tidak pernah memberikan apa-apa yang kita inginkan, dan kita akan mundur dari dakwah ini, dan menambah daftar panjang orang-orang yang kecewa dengan dakwah. Mas yakin bahwa kita semuanya yang telah mewakafkan diri dalam dakwah ini tidak pernah terbersit dalam benak kita untuk berlari meninggalkan dakwah dan bergabung dalam gerombolan orang-orang bodoh yang tidak tahu betapa mengagumkannya jalan dakwah ini.
Dalam email ini mas tidak ingin mengajari ade tentang hal-hal teknis di lapangan dakwah, Karena hal-hal itu mudah sekali ade dapatkan dalam halaman-halaman buku, dalam majalah-majalah dakwah, dan mas yakin dengan sepenuh keyakinan bahwa masalah teknis itu sangat mudah sekali penyelesaiannya, meskipun kita memang harus berikhtiar dengan segal kemampuan yang kita miliki
Ajarilah mulai dari sekarang saudara-saudara kita tentang mimpi akherat, dengan panji-panji alquran bahwa dakwah adalah sebuah pekerjaan yang mulia, bahwa dakwah adalah sebuah jalan yang akan mengantarkan kita ke jannahNya, bahwa dakwah adalah sebuah kereta yang mampu melaju dengan kecepatan tinggi yang akan membawa kita pada stasiunNya. Ajarilah mereka tentang mimpi itu, maka mereka akan mencari jalan masing-masing untuk segera berbenah mencari jalan menuju kereta, mencari kendaraan untuk segera bertemu denganNya.
Wallahu Alam
Semarang, 03 Februari 2009 Pukul 01.45 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar